/home/ktlgelm2106025/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 50 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Julie Sykes%" ]
Harimau cilik tidak senang ketika tahu bahwa dia akan punya adik baru. Dia lebih suka jadi anak satu-satunya. Semua teman-temannya punya adik tapi harimau Cilik tidak menyukai mereka. Merek amennagis, muntah dna jorok.
Harimau Cilik senang sekali menjadi anak satu-satunya. Jadi, ketika Harimau Cilik akan mendapat adik baru, ia merasa gusar. bagaimana Harimau Cilik dapat mengatasi perasaannya saat adik barunya hadir?
Harimau cilik harus mengajak adik perempuannya main bersama teman-temannya. Tunggu aku harimau cilik, kata Adik Harimay sambil menangis. Tapi, harimau cilik merasa bahwa adiknya terlalu kecil untuk ikut bermain. Dia tidak bisa main bola, memanjat pohon, dan berenang. Ketika Harimau Cilik ingin main dengan gajak cilik, dia meninggalkan adik harimau di tepi sungai...
Harimau dilik snagat nakal. Dia tidka mau tidur, suatu malam, Ibu Harimau sangat marah dna berkata, Baiklah, kamu boleh tidak tidur semalaman! Harimau cilik tidak mempercayai keberuntungannya. Dia pun cepat-cepat pergi ke hutan, sebelum Ibu Harimau berubah pikiran....
HArimau cilik harus mengajak adik perempuannya bermain bersama teman-temannya. Tunggu aku harimau cilik, kata adik harimau sambil menangis. Tapi, Harimau cilik merasa bahwa adiknya terlalu kecil untuk ikut bermain. Dia tidak bisa main bola, memanjat pohon dan berenang. Ketika harimau cilik inggin main dengan gajah cilik, dia meninggalkan adik harimau di tepi sungai...
Harimau Cilik tidak senang ketika tahu bahwa dia akan punya adik baru. Dia lebih suka jadi anak satu-satunya. Semua teman-temannya punya adik tapi harimau Cilik tidak memyukai mereka. Mereka menagis, muntah dan Jorok! "Adik bayi itu tidak asyik sama sekali," kata harimau cilik. "Aku tidak mau punya adik bayi.' Bisakah Ayah harimau mengubah pikiran Harimau Cilik /
Harimau cilik harus mengajak adik perempuannya main bersama teman-temannya. Tunggu aku harimau cilik, kata Adik Harimay sambil menangis. Tapi, harimau cilik merasa bahwa adiknya terlalu kecil untuk ikut bermain. Dia tidak bisa main bola, memanjat pohon, dan berenang. Ketika Harimau Cilik ingin main dengan gajak cilik, dia meninggalkan adik harimau di tepi sungai...
Aku tidka mau mandi! teriak Harimau cilik. Mandi itu menyenangkan, kata Ibu Harimau, tapi harimau cilik tidak percaya dan berlari ke hutan untuk bermain. Badanya semakin kotor dan tidak ada satu pun temannya yang perduli-sampai dia bertemu dnegan di Burung merak....
Aku tidak mau mandi! teriak harimau cilik. Mandi itu menyenangkan, kata Ibu Harimau, tapi harimau cilik tidak percaya dan tidak ada satu pun temannya yang peduli-sampai dia bertemu dengan si Burung merak.
Sudah pagi! Si Harimau cilik tidak sabar lagi ingin bermain bersama teman-temannya. namun, ia harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu. Apa ya ?