/home/ktlgelm2106025/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 50 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Kejujuran%" ]
Willa sedang di kebun rempah ibu untuk mencari belalang. Tak sengaja, dia mematahkan salah satu pohon kesayangan ibu. Willa tidak ingin ibu tahu, lalu mencari cara supaya pohon kesayangan ibu tidak tampak patah. Wah, apa yang terjadi selanjutnya yaaa...
Udin tidak punya banyak teman. Mereka menjauhinya sejak tahu dia suka berbohong. Untung Udin masih punya sahabat baik satu-satunya, Totok. Berdua mereka selalu bermain dan saling bercerita satu sama lain. Suatu hari, Udin menemukan sekotak perhiasan emas dan dia menceritakannya pada Totok. Betapa sedihnya hati Udin karena Totok menganggap dia berbohong lagi. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akank…
Besok di sekolah ada ulangan. Jika ingin mendapat bintang, Dafi harus belajar dengan giat. Dafi pun duduk di meja belajar, membuka buku, tapi ... Ugh, susah. Belajar itu membosankan. Dafi ingin main handphone saja supaya bisa semangat belajar lagi. Main...Main...Main Ya ampun, sudah terlalu malam! Dafi belum belajar sama sekali! Bagaimana ini? Apakah Dafi masih bisa mendapat Bintang dalam u…
Hari ini, Ibu akan membuat Chaikue! Tapi, Ibu kehabisan tepung. Ken bisa membantu Ibu membeli tepung. Berbekal uang Rp. 50.000, Ken membeli tepung. Seharusnya, Ken mendapat kembalian Rp. 5000. Tapi, uh-oh, Ken mendapat dua lembar Rp. 5000! Pasti penjualnya kelebihan memberikan kembalian. Ken gunakan untuk apa, ya? Untuk es krim saja. Tunggu... tapi, kan, ini bukan uang Ken. Apa Ken harus kemb…
Jess and her brother accidentally break a vase. When their mom asks about the vase, Jess has to decide whether or not to tell the truth.
Kea merasa cemas saat melihat nilai ulangannya. Haruskah ia memberitahu Ibu? Dengan keberanian dan kejujuran, Kea belajar bahwa menghadapi kenyataan adalah pilihan terbaik.
Siapa bilang mencontek itu enak? Mencontek itu termasuk perbuatan tidak jujur yang bisa merugikan kita. Saat ulangan IPA, Syafik tidak siap sehingga ia terpaksa mencontek. Untung Ibu Guru mengingatkan Syafik. Hasilnya, Syafik malah mendapat nilai jelek. Apa yang dilakukan Syafik ya? Apakah Syafik mau berkata jujur kepada Ibu Guru dan orangtuanya?
Ayo main Dakon bersama Ela dan Aya! Tapi, kenapa Aya menang terus, ya? Ela sebal karena dia kalah lagi kalah lagi. Main sekali lagi pun, Aya menang lagi. Pasti Aya curang! Ela tidak mau main lagi. " Kita main yang lain, bagaimana?" tawar Aya. Ela tidak mau. Kecuali ketika Aya mengajaknya bermain engklek. Dan, benar saja, ada sesuatu yang disimpan Aya selama ini, makanya Aya selalu menang. Wa…
Cermin pemberian Nenek di rumah Remo tiba-tiba pecah. Setiap orang tak tahu alsannya. Namun saat Kak Faza mengakui kesalahnnya apakah sikap yang diambil Bunda?
Pelajaran berharga tentang kejujuran.
Anak-anak berbicara tentang kejujuran.
Ke mana perginya Momoa kecil? Dia menghilang begitu menetas. Osyi khawatir ia dimangsa binatang buas. Dapatkah Kumbi dan teman-teman menemukannya?
Ada rasa tak enak di perut Osyi. Aduh, apa Osyi harus bilang ke teman-temannya? Bagaimana kalau mereka melarang Osyi ikut? Osyi harus JUJUR, agar mereka semua bisa menikmati perjalanan ini.
Bimo ingin berlatih egrang seperti teman-temannya. Dia juga ingin ikut Festival Ledokombo bersama mereka. Sayangnya Bimo tak punya egrang. Saat Bimo meminjam egrang Juma diam-diam, sesuatu terjadi pada egrang itu!
Abdul Qadir Jaelani kecil sangat jujur, lho. Ia bahkan berkata jujur kepada perampok bahwa ia mempunyai banyak uang. Kenapa, ya, ia berani jujur kepada para perampok? Apa yang akan terjadi pada Abdul Qadir selanjutnya?
Acil, si lebah kecil mencoba bertahan hidup walau ditinggal keluarganya karena kebakaran hutan. Acil pantang menyerah untuk mencari keluarga baru. Sifat Acil si lebah kecil yang jujur membawa dirinya menemukan keluarga baru dan ditetapkan sebagai anggota keluarga.
Sepulang bermain, Icha bertemu Adit di jalan. Rupanya Adit dimintai tolong Ibunya untuk membeli gula di warung. Icha ikut Adit ke warung karena ingin membeli sesuatu. Ternyata, di warung Icha membeli roti. Sebenarnya Adit juga ingin membeli roti. Tapi, ia hanya membawa uang kembalian dari membeli gula. Akankah Adit menggunakan uang kembalian untuk membeli roti?
Bimo ingin berlatih egrang seperti teman-temannya. Dia juga ingin ikut Festival Ledokombo bersama mereka. Sayangnya Bimo tak punya egrang. Saat Bimo meminjam egrang Juma diam-diam, sesuatu terjadi pada egrang itu!
Di Festival Sarang Burung Namdur, sarang Andur dan Anam sama bagusnya. Para juri jadi bingung. Andur dan Anam lalu diminta membuat sarang lagi. Nah, lalu siapa pemenangnya?
Ayah akan mengikuti pameran batik sebentar lagi. Rilo ingin sekali membantu. Tapi, canting Rilo tidak mengeluarkan malam. Berkali-kali Rilo mencoba, tidak ada jejak di atas kainnya. Ketika Rilo menggunakan canting yang lebih besar, ups! Cantingnya tumpah! Malamnya mengotori batik yang sudah dilukis, membuat semuanya berantakan. Ayah tidak akan bisa mengikuti pameran kalau semua batiknya hancur …
Sang Elang adalah sosok Raja yang sangat tegas. Setiap pemimpin daerah seperti Burung Gagak, burung Kakaktua, burung Bangau, burung Rajawali dan semua pemimpin daerah lainnya diperintahkan untuk melaporkan segala kegiatannya dan apa yang dibutuhkan masyarakat secepat mungkin. Suatu hari Sang Elang mengadakan sidang dengan para pemimpin daerah, ternyata masing-masing pemimpin daerah mengajukan t…
Odeta melakukan apa yang diminta Mama. Pasti Mama ingin bicara dulu dengan Tante Moel tanpa diketahuinya. Dan Tante Moel akan menceritakan apa yang didengarnya dari Kak Rien. Mama pasti akan marah, karena ia berbohong tadi, menyembunyikan sesuatu yang semestinya diberitahukan kepada Mama. Odeta kembali ke ruang tengah membawakan pesanan Mama. Hatinya agak cemas.
Imam Hanafi terlahir dari keluarga pedagang dan berkecukupan. Ia gemar berguru pada syekh ternama. Karena kecintaannya kepada ilmu, ia membagi separuh waktu berdagangnya untuk belajar. Ia juga dikenal sebagai seorang pedagang yang jujur dan dermawan. Baca buku tentang imam idola kita ini.
Buku kumpulan dongeng ini tidak hanya cerita zaman dulu, tetapi banyak kejadian pada masa kini, yang mengungkapkan rasa kasih sayang, kejujuran, dan keberanian.
Karena kasihan, Yasmin melepaskan burung istana tanpa sepengatuan Sultan. Akibatnya, sultan bersedih. Beranikah Yasmin mengakui perbuatannya?
Terdapat 365 dongeng seru dan menyenangkan yang bisa dibaca atau dibacakan untuk anak-anak setiap harinya.
Dahsyatnya jujur dan kisah-kisah teladan lainnya mengajak anak-anak agar bersikap jujur, kritis, sabar, suka menolong dan selalu dekat dengan Allah. Selain untuk anak-anak, buku ini pun penting di miliki oleh para pendidik dan orang tua.
Tanpa sengaja, Nisa memecahkan gelas Ibu, Nisa sangat takut. Apa yang kemudian dilakukan Nisa Ketika Ibu menanyakan gelasnya, apa Nisa berbohong?
Kejujuran adalah hal paling penting dalam kehidupan manusia.
Keluarga Cemara tentang tempat minum plastik dari toko.
Setiap anak diajarkan untuk punya karakter selalu berani karena jujur di setiap tindakannya.
Sebelas orang anak Melayu Belitong tergabung dalam Laskar Pelangi, yang selalu dahaga akan ilmu dan selalu percaya akan adanya banyak pintu keajaiban untuk mengubah dunia khususnya dunia pendidikan.
Membantu anak memahami, merasakan dan melakukan nilai-nilai yang diajarkan dengan mudah.
Makkah merupakan pusat agama di Arab.Orang-orang banyak melakukan peribadatan di sekitar Ka'bah. Diantara mereka, banyak yang melakukan penyembahan terhadap berhaa dan patung suci. Maka dari itu RAsulullah mengambil langkah bijaksana untuk berdakwah. Dan beliau memulai dakwah Isalam secara sembunyi-sembunyi agar penduduk tidak kaget dengan agama Islam.
Islam mengajarkan kita untuk menyayangi anak yatim piatu karena mereka tidak punya ayah atau ibu yang menyayangi mereka. Islam selalu mengajarkan hal-hal yang baik seperti shalat dan berdoa, kejujuran, memberi sedekah, persahabatan, kebersihan, mengasihi hewan, mencintai ilmu, dan mencintai orang tua.
Seekor kunang kunang yang mempunyai tugas sebagai penerang malam sedih karena malam itu ekornya tidak bersinar. Ternyata dia sedang demam
Kumpulan cerita dari berbagai negeri di dunia
Serial Peri sedap malam tentang kejujuran dalam berlomba
Suatu hari Kalisha sang penata rambut didatangi putri gardena beserta rombongan. Kalisha hampir tak dapat mempercayai hal ini, seorang putri raja akan memotong rambut di pondoknya!
Pasti kamu pernah berada dalam kondisi tertekan, takut, dan bersedih. Berbagai masalah tak kunjung selesai, berbagai ppenderitaan tak pernah berhenti. Menghadapi kondisi seperti ini, Allah berpesan, La takhaf wa la tahzan (jangan takut dan jangan bersedih). Namun, bisakah kita? Buku ini mengajakmu memahaminya.