Pohon dadap tidak suka burung-burung kecil, tapi merasa kehilangan setelah burung-burung itu pergi. Saat burung-burung kembali, pohon dadap merasa senang.
Nana sudah bisa menyebutkan angka. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. Saat bermain karet dan petak umpet bersama Bayu dan Dita, Nana selalu menyebutkan angka hingga suaranya serak. Tetapi Nana, Bayu, dan Dita mau bermain dampu. Kira-kira apa yang Nana lakukan untuk menandakan kotak-kotak agar mereka bisa bermain dampu? Yuk kita baca bersama-sama
Peti dari Abah, selalu menjadi sasaran utama Dino, Ghoza, Ghozi, Bara, & Nyala ketika sampai di halaman rumah Abah
Rafa sudah kelas satu. Di kelas satu banyak hal baru. Apa saja itu?