Sebatang bambu memilih untuk menyediakan diri ditebang oleh petani itu, dikeluarkan dari kerabatnya, kumpulannya sesama bambu, menempuh sakitnya ditebang, dirontokkan semua daunnya, dipotong-potong, dilubangi ruasnya, lalu masih diseret sekian jauh membentur tanah keras dan batu.
Dalam buku "Orang Pelit Pantatnya Item" penulis banyak menyajikan satir-satir konyol yang membuat pembacanya merasa geli dan tersindir namun asyik untuk di baca.