Dia bicara jujur… tapi tak ada yang percaya! Lucy suka sekali bercerita tentang monster. Pada teman-temannya, dan keluarganya, sampai-sampai mereka bosan mendengarnya. Lalu suatu hari Lucy menemukan monster sungguhan: pustakawan yang mengelola program membaca di musim panas. Sayangnya Lucy sudah terlalu sering bercerita tentang monster. Sialnya tak seorang pun percaya kata-katanya. Yan…
Lindy menamakan Slappy pada boneka ventriloquist yang ia temukan. Slappy tampak jelek, namun sangat menyenangkan. Lindy sangat menyukainya dan membuat Slappy bergerak dan berbicara. Namun, Kriss sang kakak merasa cemburu dengan keberuntungan Lindy. Kris mmeutuskan untuk memiliki bonekanya sendiri
Saat harus tinggal dengan sang tante yang mengerikan, Bibi Kathryn, Evan mengunjungi toko mainan tua dan membeli sekaleng monster blood yang berdebu. Awalnya sangat menyenangkan, anjing evan pun, Trigger sangat menyukainya. Ia makan beberapa. NAmun sesuatu yang aneh terjadi, sesuatu yang hijau dan berlendir. IA tumbuh dan tumbuh ters lalu berubah menjadi monster Blood!!