Nesya dan teman-teman sekelasnya akan mengadakan pentas drama. Semua anak begitu bersemangat untuk ikut serta. Rina ingin menjadi harimau, Gede ingin menjadi rusa yang lincah, Nesya dan Gea ingin menjadi putri. Apa mereka bisa?
Franklin mendapat tugas dari Pak Owl, sang guru, untuk memerankan Nutcracker pada pementasan drama di sekolahnya. Kenapa saya? kata Franklin. Karena Franklin merasa dia tidak mampu dan susah menghapal dialog. Sanggupkah Franklin memegang kepercayaan yang diberikan oleh pak gurunya?
Guru kelas mengajak kita bermain drama tentang tuan Sharmer yang pemberani
Franklin sudah bisa menghitung angka maju dan mundur. Ia bisa mengingat nomor telepon rumahnya, alamatnya dan enam nama bentuk bidang. tetapi, kadang-kadang Franklin juga bisa lupa. Maka ia cemas ketika Pak Owl, gurunya, menunjukannya untuk bermain drama di sekolah. Bagaimana jika ia lupa dialognya?