Greeny punya begitu banyak energi. Dia tidak mau tidur siang! Suatu hari, dia memutuskan untuk kabur. Setelah bermain sebentar di bawah terik matahari, Greeny merasa lelah dan ingin pulang, tapi sekarang dia tersesat! Bagaimana caranya dia pulang ke ayahnya?
Seekor anak kambing mencari-cari rumput yang manis sampai-sampai ia tidak sadar sudah terpisah jauh dari ibunya.
Seorang bayi tersesat di hutan!
Saat malam hari di perkemahan, Fathin merasakan perutnya sakit. Ditemani Bayu, mereka pergi ke sungai. Namun rupanya mereka tersesat, BAyu teringat pesan Pembina Pramuka bila suatu saan para anggotanya tersesat di hutan. Apa yang mereka lakukan selanjutnya?
DEzach merasa kakaknya sungguh galak. Dia tak menyukainya. Masalahnya Kakak ikut dalam Study Tour ke Kalimantan, yang berarti Dezach akan terus menerus merasa di awasi. Namun apa yang terjadi bila perjalanan itu membuat mereka tersesat di dalam hutan Kalimantan?
petualangan tentang sahabat sejati yang tersesat di hutan
Em Lump dan Lapper benar-benar berangkat mencari ayah yang tak kunjung kembali dari eskpedisi. Bukannya menemukan ayah, mereka malah tak sengaja tersesat bersama bunda. Bahkan, di tengah jalan, bunda juga menghilang! Ke manakah bunda? Apa saja yang mereka hadapi?
Buku berseri ini menguraikan dengan jelas apa yang sebaiknya dilakukan oleh anak ketika ia terpisah dari orangtua. Ditulis dengan bahasa yang sedehana dan gambar yang menarik sehingga memudahkan anak untuk memahaminya.
Seekor lebah yang bertemu benda-benda yang ada di udara. Lebah pernah tersesat diantara dedaunan, cerobong asap dan sering terbaa angin. Hal yang paling disukainya adalah sekumtum bunga.
Seorang burung hantu tersesat,kedinginan dan kesepian kemudian mencari tempat untuk beristirahat di peternakan. Akhirnya burung hantu itu tertidur bersama ayam-ayam betina. Namun ayam-ayam tersebut tidak menginginkan burung hantu itu tinggal. Yang mereka inginkan adalah ayam jantan. Lalu burung hantu pun berusaha untuk menjadi ayam jantan.
DEngan bantuan cahayanya, kiko yang tersesat di hutan dapat kembali ke rumahnya dan bertemu dengan orang tua serta saudaranya.
Franklin sudah bisa mengikat tali sepatunya. Ibunya hanya berpesan agar tidak masuk hutan sendirian. Saat bermain petak umpet dengan teman-temannya, Franklin mencari tempat persembunyian yang agak susah dicari. Dia tidak menyadari kalau dirinya sudah jauh masuk ke hutan. Malam pun datang dan Franklin pun baru menyadarinya. Akankah dia bisa pulang?
Franklin sudah bisa menluncur di tepi sungai. Ia sudah bisa menghitung angka maju dan mundur. Ia juga sudah bisa menarik retsleting dan mengancingkan baju sendiri. Bahkan, ia sudah berani pergi kerumah Bear, Si Beruang sendirian. Meskipun demikian, Franklin tidak diizinkan oleh orangtuanya pergi ke hutan sendirian.