Zayn tidak suka mengantre. Di pesta ulang tahun kakaknya, Zayn mendorong anak-anak dari trampolin hanya karena ia tidak mau menunggu. Ia juga tidak mau mengembalikan mainan yang dipinjamnya. Ia tidak mau berbagi kue ulang tahun, bahkan dengan kakaknya yang tengah berulang tahun! Suatu hari, kakaknya membawa penguin ke rumah. Bukan satu, tapi sepuluh penguin! Bayangkan, betapa berantakan …
Pak Jeri Jerapah membawa mainan perosotan yang baru. Saat Tupi dan teman-teman bersiap untuk bermain, tiba-tiba terjadi keributan. Rubi yang berdiri di barisan paling belakang berusaha menyalip teman-teman yang sedang antre. Apa yang dilakukan Tupi dan teman-teman supaya Rubi kembali ke barisannya semula?
Ayah mengajak Nabil dan Naura berenang. Di kolam renang, suasana ramai sekali. Banyak orang mengantre untuk membeli tiket. Üuh, kelamaan!"pikir Nuara. Kalau menerobos antrean, boleh tidak, ya?
Andre mau beli es krim, tetapi dia harus mengantre. Boleh tidak ya, kalau dia ingin duluan? Yuk, belajar antre bersama Andre
Barra Sdewa, Anak SMA yang mengaku tidak Percaya Tuhan, dipaksa Kepala Sekolahnya untuk mondok 2 minggu di Pesantren Nurul Ilmi. saat memasuki gerbang pesantren, Barra bertemu Nilam, Putri pemilik Pesantren. Dalam beberapa detik segalanya berubah. Bukan hanya bagi Barra, namun juga bagi Nilam.
Jurnal Pendidikan Islam volume :XXVII, Nomor 2, 2012/1433
Kejujuran yang membawa berkah dan manfaat untuk Bahlul.
Buku Diktat Pesantren Kilat
Kisah cinta yang memerlukan banyak pengorbanan seorang manusia bernama Gus Yahya terhadap gadis bernama Zahra.