Dari waktu ke waktu semua orang pernah berbuat buruk, meskipun sebenarnya mereka ingin berbuat baik. Akibat perbuatan buruk itu, orang lain dan dirinya sendiri merasa tidak bahagia. Cerita-cerita dan nasihat-nasihat dalam buku ini akan membantu kalian memahami mengapa orang berbuat buruk dan apa yang harus mereka lakukan untuk menyelesaikannya.
Boni Kelinci mengikuti lomba lari. Di tengah pertandingan, ada peserta yang terkilir. Boni yang baik pun memutuskan untuk menolong. Itu membuatnya tertinggal peserta lain. Apakah Boni mampu menjadi juara? Ternyata, ada banyak pelajaran berharga dalam sebuah pertandingan. Dalam buku ini, kita akan belajar untuk tidak berbuat curang dalam pertandingan.
"Kamu curang, Murat!" seru Mete. "Kamu ingin menang sendiri, Mete!" ujar Murat. Uuuuh, bertengkar lagi.
Sudah berkali-kali DImas ikut lomba menggambar. Tetapi belum sekali pun ia menjadi pemenang. Karena itu ia berbuat curang. Dan ia jadi juara, Juara satu lagi! Piala pun dibawanya pulang dnegan bangga. Tetapi sang piala tidak rela diperoleh dnegan curang. Piala itu ingin Dimas kembalikan dirinya pada panitia lomba. Maukah Dimas mengakui kecurangannya?
Kisah sepulang sekolah Ema tidak langsung pulang, tetapi pergi ke rumah Beti. Mereka hendak mengerjakan tugas menulis puisi. Dan tugas itu harus dikumpulkan besok pagi. "Huh! Aku menyerah. Aku tidak bisa," gerutu Ema
Allah memberikan Fikri otak jenius sehingga kecil-kecil Fikri bisa membuat robot, rudal, kursi rajin, dan lain-lain. Tapi Fikri sungguh bandel dan iseng. Dan setiap kali melakukan keisengan, dia selalu kena batunya.
Allah memberikan Fikri otak jenius sehingga kecil-kecil Fikri bisa membuat robot, rudal, kursi rajin, dan lain-lain. Tapi Fikri sungguh bandel dan iseng. Dan setiap kali melakukan keisengan, dia selalu kena batunya.