Diantara mainan lain, si Prajurit Berkaki satu jatuh cinta kepada penari balet cantik yang tinggal di istana. Dalam hatinya, dia menyimpan keinginan untuk menjadikan penari balet sebagai istrinya. Tapi karena mainan hantu yang jahat, prajurit itu terpaksa melakukan perjalanan jauh
Countess Zoya harus menjalani fase-fase hidupnya dengan kuat. Mulai dari mengungsi ke Paris, kehilangan orang tua dan kakaknya, suami meninggal dan menrima pahitnya ditinggal suami hingga 2 kali. Pada usia yang ke 70, Zoya akhirnya merelaka "Countess Zoya" dijual, demi karier anak-anaknya.