Ferlin dan Minda begitu senang pada Minggu pagi itu. Ferlin, si pinky, sukanya warna pink, tetapi sangat senang kalau disebut anak tomboi. Dia sering berbicara menggunakan bahasa Inggris, karena menyukai mata pelajaran itu di sekolah. Minda, si tomboi asli, lebih suka mengenakan celana daripada rok. Selain itu, Minda punya banyak koleksi mainan anak laki-laki. Mereka berdua sering dipanggil Si …
Kisah dua sahabat yang tidak terpisahkan satu sama lain.
Ellin pindah ke kota. Dia pun harus meninggalkan desa tercinta dan teman-temannya. Dia tinggal di rumah mewah milik pamannya, Om BAskoro. Dia juga bersekolah di full say school terbaik. Hari Ellin terasa sangat berbeda, dibandingkan daat dia berada di desa. Dia sangat takjub, saat menikmati lampu-lampu yang berkelap kelip setiap malam.