Soedirman sedari kecil terlihat memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Soedirman bergabung dengan Hizbulwathon (Kepanduan Muhammadiyah).Kemudian Soedirman diangkat sebagai Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal. Saat ageresi Militer Belanda II, perjuangan Jenderal Soedirman demi tegaknya sang merah putih tidaklah mudah. Bahkan dalam kondisi fisik sekalipun.