Para tokoh pegawai negara dalam antologi cerpen Saujana: Di Antara Pilihan bermotif humanis dalam berlaku. Di antara kenyataan hidup yang serba abu-abu, para tokoj, hakim, penyidik, birokrat, auditor dihadapkan untuk menentukan sikap agar menetapkan diri pada garis hitam atau putih. Sebuah potret kehidupan budaya masyarakat Indonesia yang selalu berada di antara pilihan.